Diet ketat dapat menjerat kesehatan tubuh dalam jangka pendek maupun
panjang. Alih-alih sehat dan langsing, tubuh malah bakal didera banyak
masalah seperti dijelaskan berikut ini:
- Gangguan mental Mendadak
mengurangi asupan kalori membuat tubuh "kaget", dan mental serta emosi
pun berontak. Akibatnya orang menjadi mudah tersinggung, gampang marah,
depresi, bisa mengalami gangguan seperti anoreksia dan bulimia.
-
Kurang gizi Diet ketat berarti makanan yang diasup tidak beragam, tidak
sehat-seimbang. Karena itu, lama kelamaan dapat menyebabkan kondisi
kurang gizi, terutama zat besi yang bisa berujung anemia, vitamin B12,
potasium, dan sodium.
Kekurangan potasium dan sodium cukup
membahayakan karena elektrolit ini diperlukan untuk memelihara fungsi
saraf dan otot-otot. Mineral ini juga berperan dalam mengatur detak
jantung. Kadar potasium dan sodium yang sangat rendah dapat memicu
serangan jantung.
- Kerusakan organ Diet ketat sangat membahayakan
organ-organ vital, termasuk jantung, hati, ginjal, dan otak. Untuk
menjalankan fungsi secara benar, organ-organ tubuh ini sangat bergantung
pada energi yang diperoleh dari asupan karbohidrat.
Selama kita
menjalankan diet ketat, konsumsi karbohidrat dan kalori otomatis
berkurang, sehingga organ-organ ini tidak mendapat cukup pasokan energi
dari sumber tersebut. Hasilnya, organ-organ tubuh akan mulai membakar
jaringan otot untuk mendapat energi. Padahal, jaringan yang dibakar itu
adlaah energi untuk otak.
- Osteoporosis Tak sedikit pelaku diet
ketat jangka panjang yang menderita keropos tulang (osteoporosis). Ini
karena diet ketat membuat asupan kalsium sangat sedikit. Karena itu,
untuk kebutuhan fungsi organ tubuh, simpanan kalsium di dalam tulang
bakal digerogoti dan makin menipislah tulang kita