Tubuh langsing dan seksi menjadi dambaan setiap wanita. Sebagian besar
wanita rela mengorbankan materi dan menjalankan program diet ketat demi
mewujudkan impian tersebut.
Saking berambisinya, mereka terkadang tidak menghiraukan bagaimana pola
diet yang sehat. Mereka hanya mengetahui bahwa berat badan adalah jumlah
kalori yang masuk dikurangi jumlah kalori yang digunakan. Padahal masih
banyak faktor lainnya yang mempengaruhi berat badan diantaranya genetik
dan aktifitas sehari-hari.
Di negara-negara Barat, pada umumnya kaum wanita menjalankan program fat
diet, pola diet dengan cara menghindari makanan yang mengandung kalori
dan kalsium seperti susu, mentega dan keju, karena menjanjikan penurunan
berat badan dengan cepat. Padahal, pola diet tersebut dapat menyebabkan
wanita berisiko terkena osteoporosis.
Informasi lainnya menyebutkan bahwa sekitar tiga juta orang di Inggris
menerapkan pola diet semacam ini. Ditemukan lebih dari 230.000 kasus
patah tulang setiap tahunnya. Pada sebuah penelitian yang melibatkan
4.500 wanita Inggris mengenai kebiasaan makan mereka diketahui bahwa 30
persen mengaku menghindari seluruh jenis makanan tersebut demi impian
tubuh ramping.
"Riset terbaru ini menyoroti bahwa tampilan tubuh ideal harus dibarengi
oleh tulang yang sehat. Di mana kalsium dan lemak memainkan peranan
penting dalam membangun struktur tulang yang kuat. Sementara diet
asal-asalan yang dilakukan dapat merapuhkan tulang Anda," ungkap seorang
juru bicara dari National Osteoporosis Society.
"Ada banyak tekanan untuk menjadi langsing, tapi hal itu bisa
dikompromikan apabila Anda tetap ramping, tetapi tulang Anda sehat. Jika
Anda ingin tetap langsing, tetapi tulang anda tetap kuat cobalah produk
susu rendah lemak yang kaya kalsium. Sebagai contoh, susu skim memiliki
kalsium lebih tinggi dibanding susu full cream," ujarnya.
Sumber : telegraph.co.uk