Orgasme menjadi masalah besar bagi sebagian wanita. Bahkan penelitian
menunjukkan, 75% wanita tidak pernah mencapai orgasme saat berhubungan
seks, dan perlu bantuan mainan seks atau stimulasi lain.
Lebih
lanjut penelitian mengungkap, 10-15% wanita tidak mencapai orgasme sama
sekali. Seperti dilansir dari Yourmodernliving, berikut faktor
penghambat orgasme pada wanita:
Rokok
Pakar
seksologi dari Universitas Udayana Bali, Prof DR Dr Wimpie Pangkahila
SpAnd, mengatakan, merokok dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh
darah dinding vagina. Akibatnya, perlendiran menjadi terhambat dan
menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan intim.
Padahal proses
perlendiran vagina sangat penting dalam hal berhubungan seksual. Lendir
vagina berfungsi sebagai pelumas yang memudahkan penetrasi tanpa rasa
sakit.
“Rokok juga bisa menekan produksi hormon wanita, termasuk
hormon testosteron. Akibatnya dorongan seksual pun terhambat,” ujar
Wimpie.
Kalau hasrat seksual terhambat, otomatis proses
perlendiran pada vagina pun terhambat. Dengan demikian proses penetrasi
pun akan menjadi sulit dilakukan.
Tidak bisa rileks
Kadang kita begitu stres hingga tidak menyadari betapa tegang otot-otot
tubuh. Tegang membuat Anda sulit merilekskan dan akhirnya sulit untuk
orgasme.
Jika ini terdengar seperti Anda, mintalah pasangan
memberikan pijatan sebagai bagian dari foreplay. Ini akan memberi Anda
waktu untuk mempersiapkan diri ke babak berikutnya sekaligus
mengendurkan otot-otot lelah Anda.
Benci tubuh sendiri
Jika satu-satunya hal yang Anda fokuskan selama di ranjang adalah
ukuran paha atau tiga kilogram berat badan yang belum turun, maka
peluang Anda orgasme semakin kecil. Cintailah tubuh Anda! Terlalu fokus
pada kekurangan diri tidak hanya membuat Anda turn-off, tetapi juga
mencegah Anda dari hubungan seks yang memuaskan.
Perlu dikontrol
Untuk memiliki pengalaman seksual benar-benar memuaskan, berarti Anda
harus sepenuhnya melepaskan kontrol dan hambatan. Jika Anda tipe orang
yang selalu perlu mengendalikan diri dan emosi, mencapai orgasme mungkin
akan sulit. Pasalnya, Anda tidak akan membiarkan diri kehilangan
kontrol cukup lama untuk mencapai garis finish alias orgasme.
Jika
ini terdengar seperti Anda, cobalah berlatih ‘melonggarkan’ diri.
Caranya, bisa dengan berteriak tanpa alasan, menari di sekitar ruang
tamu, atau apapun untuk menunjukkan diri bahwa melepaskan emosi dapat
menjadi pengalaman positif. Ini akan berdampak positif bagi aktivitas
ranjang Anda bersama pasangan.
Kurang percaya diri
Seks berarti keringat, posisi aneh, dan ‘kebisingan’ yang mungkin tidak
biasanya Anda buat atau dengar. Jika Anda tidak merasa percaya diri,
keintiman dan pengalaman seksual tidak akan bisa Anda nikmati.
Jadi,
daripada fokus pada hal-hal yang dapat membuat Anda gelisah,
berpikirlah tentang kenyataan bahwa semua orang melakukannya dan untuk
alasan yang baik, yakni merasa diri menjadi lebih baik.
sumber: inilah.com