Kecerdasan Emosi sangat marak diperbincangkan bahkan dibuat seminar
dengan biaya mahal, sedangkan pada abad 20 (th 90-an) orang sangat
konsen dengan Intelligence Quotient (IQ) atau Kecerdasan Otak.
Mengapa ? Kata para ahli psikologi dunia yang telah melakukan survey,
ternyata keberhasilan seseorang dalam kehidupannya 90% ditentukan oleh
Kecerdasan Emosi nya (EQ), sedangkan IQ hanya berperan sebesar 10% saja.
Wow, begitu besarkan peran EQ dalam keberhasilan hidup seseorang? Ya,
salah satu bentuk kecerdasan emosi (EQ) itu adalah Kemampuan Berbicara,
sebagai contoh : Seorang karyawan yang memiliki IQ tinggi (pintar/pandai
atau clever) akan tetapi tidak berani berbicara atau mengungkapkan apa
yang ada dalam pikirannya kepada orang lain, maka dijamin tidak akan
adasatu orang pun yang tahu bahwa ia pandai/pintar/ clever atau memiliki
IQ yang tinggi.
Kalau kita perhatikan hampir tidak ada pemimpin (tokoh) dunia, pebisnis,
politikus ulung, yang tidak memiliki kemampuan berbicara (terutama
public speaking). Tidak diragukan lagi bahwa salah satu kecerdasan emosi
(EQ) yang paling utama yang harus dimiliki untuk sukses adalah
Kemampuan Berbicara.
Dalam panggung Internasional siapa yang tak kenal dengan Barack Obama?
Bagaimana seorang Barack Obama yang membawa harapan baru buat masyarakat
AS dengan kemampuan berbicara yang memukau (public speaking) dan
kualitas-kualitas utama lainnya sehingga ia terpilih sebagai kandidat
presiden dari partai demokrat.
Bukan Barack Obama yang akan kita bahas dan kupas akan tetapi wakil
presiden yang telah ditunjuk oleh Barack Obama beberapa waktu yang lalu
yaitu Senator Joseph (Joe) Biden yang saat ini menjabat sebagai Ketua
Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat.
Mengapa, ada apa dan apa yang menarik dengan sosok Joe Biden? Pria
berusia 65 tahun ini dikenal sebagai negosiator ulung yang telah
membantu membentuk kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri AS selama
beberapa dekade. Biden dianggap sebagai salah satu anggota senat paling
karismatik. Namun bukan itu yang menggelitik saya untuk menulis artikel
tentang Joe Biden. Yang sangat menarik dari seorang Joe Biden buat saya
adalah kehidupan masa kecilnya.
Biden telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Senat. Pria itu
pertama kali terpilih menjadi anggota Senat ketika berumur 29 tahun. Dia
menjadi senator termuda dalam sejarah modern AS.
Siapa sangka, kalau semasa kecilnya, Biden kerap diolok-olok teman
sekelasnya. Ini dikarenakan gaya bicara Biden yang gagap. Biden cilik
berusaha keras untuk menghilangkan kegagapannya. Dia selalu ketakutan
tiap kali disuruh membaca di depan kelas. Untuk mengatasi kelemahannya
itu, Biden rajin berlatih membaca keras-keras di depan cermin. Kini,
Biden dikenal sebagai pembicara ulung dan calon wakil presiden dari
partai demokrat.
Ya, masa kecil Joe Biden tersebutlah yang membuat saya tertarik menulis
artikel ini. Ternyata Kemampuan (termasuk keberanian) Berbicara di depan
umum (public speaking) sangat berperan untuk keberhasilan kita.
Sebagaian besar dari kita menganggap bahwa Berbicara (didepan
umum/banyak orang) merupakan momok yang sangat menakutkan, "ya kalau
bisa jangan saya donk yang bicara, yang lain saja... saya di belakang
layar saja... pokoknya saya dukung deh...". Itu salah satu komentar dari
teman saya beberapa waktu lalu dalam sebuah acara di minta untuk
berbicara di depan.
Takut Berbicara di depan (public speaking) ?.. ..
Tidak perlu khwatir karena Anda tidak sendirian. Dalam sebuah survey terhadap hal yang
paling di takuti oleh penduduk di Inggris ternyata yang menempati urutan
pertama adalah : Berbicara di Depan Umum (Public Speaking) dan yang
kedua yang paling di takuti adalah Mati (Meninggal Dunia).
Aneh ya.....koq lebih takut di minta bicara daripada mati...hehehe. ... namun itulah kenyataannya... ANEH TAPI NYATA.
Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut berbicara di depan umum (public
speaking)? Anda pun sudah tahu jawabannya yaitu belajar dari kisah masa
kecil Joe Biden diatas. Pada dasarnya cara paling efektif dan utama
yang dilakukan oleh Joe Biden untuk mengatasi rasa takut berbicara di
depan umum (public speaking) hanya ada 2 yaitu :
1. Kemauan Kuat (Strong Willingness)
Kemauan kuat untuk apa? Ya sebelum Anda memiliki keberanian berbicara di
depan umum dan menjadi pembicara yang baik tentunya rasa takut Anda
tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu. Nah, untuk menghilangkannya
Anda harus memiliki kemauan yang kuat untuk berubah dari takut menjadi
berani. Segala sesuatu akan terwujud pada awalnya dimulai dengan sebuah
niat atau kemauan. Mengapa kemauan untuk berubah ini harus kuat? Ya,
kalau Anda hanya memiliki kemauan yang sekedarnya maka dijamin pasti
bahwa rasa takut tersebut akan muncul kembali dan pada akhirnya tidak
akan ada tindakan apapun untuk merubah rasa takut Anda menjadi Berani.
2. Latihan .... Latihan ... dan Latihan (PRACTICE)
Orang bule mengatakan "Practice Makes Perfect", dengan terus berlatih
maka akan menjadi terbiasa atau menciptakan suatu kebiasaan (habit) dan
pada saat berbicara (di depan umum) menjadi kebiasaan maka kemampuan
Anda pun akan semakin terasah dan menjadi lebih baik dan lebih baik
lagi.
Ingat apa yang dilakukan oleh Joe Biden untuk bisa mengatasi rasa
takutnya dan menjadi pembicara ulung? Ya, ia terus berusaha dan berlatih
membaca keras-keras di depan cermin. So, tunggu apalagi mari kita mulai
latihan berbicara, untuk awal cobalah berbicara di depan cermin sambil
memperhatikan penampilan Anda, setelah itu cobalah berbicara di depan
satu orang teman, pasangan (suami/istri) , anak, pembantu Anda. Kemudian
coba lagi berbicara di depan dua orang atau lebih yang masih Anda kenal
dan terus asah kemampuan bicara Anda dengan mencoba berbicara pada saat
mengikuti rapat di kantor atau di lingkungan tempat tinggal Anda.