Inilah Rahasia Sukses Diet!
Tampil cantik dan langsing, adalah keinginan banyak wanita. Karena,
dengan tubuh yang indah dan aduhai, rasa percaya diri wanita cenderung
meningkat. Biasanya jika keinginan sudah demikian kuat, program diet pun
menjadi alternatif pilihan.
Agar tidak salah langkah dalam memilih program diet, ada baiknya Anda
mengenali jenis diet. Jangan asal pilih, karena bisa fatal akibatnya.
Ingin tahu diet apa saja yang sedang menjadi tren dan risikonya, berikut ulasannya:
1. Diet Makanan Mentah
Pelaku diet jenis ini percaya bahwa mengonsumsi makanan yang sudah
diolah dengan suhu di atas 46-47ÂșC akan menghancurkan enzim-enzim yang
memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan.
Meskipun sebagian besar setuju bahwa diet yang terbaik adalah
mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang diproses secara
minimal, sebenarnya mengolah makanan melalui proses yang benar dapat
meningkatkan kandungan gizinya, terutama phytonutrient, dan menghentikan
aktivitas bakteri yang tidak menyehatkan.
Diet makanan mentah banyak mengonsumsi makanan yang berbahan dasar
tumbuhan, termasuk buah-buahan dan sayuran; kacang-kacangan dan
biji-bijian; dan tauge, gandum serta buncis.
Bahan-bahan makan tersebut memang sangat baik – dan Anda dapat membuat berbagai jenis makanan dari bahan-bahan tersebut.
2. Diet Rendah Kalori (hCG)
Ini adalah diet dengan jumlah kalori yang sangat rendah (500–800 kalori
per hari) plus dengan suntikan hormon kehamilan human chorionic
gonadotropin (hCG).
Diet mana pun yang menurunkan kalori hingga di bawah 1.000 kalori
sangatlah tidak aman, terutama bagi pemula. Dan, Anda akan kehilangan
banyak berat badan meskipun sudah mendapatkan suntikan milk shake. Tentu
saja, peraturan emas dalam diet adalah semakin cepat berat badan Anda
turun, maka akan semaking cepat pula Anda mendapatkannya kembali.
Selain itu, para ilmuwan tidak mengetahui apakah hCG aman untuk
disuntikkan ke dalam tubuh saat tubuh kita tidak memproduksinya secara
alami.
3. Diet Minuman Suplemen Campuran (Master Clean)
Di California Selatan, diet jenis ini sedang tren. "Di sini para pelaku
diet mencoba melakukan 'pembersihan' dengan meminum campuran air perasan
lemon, sirup maple, dan cabai merah pedas (cayenne pepper) beberapa
kali sehari selama 10 hari," kata Karla Campbell, MS, RD, seorang ahli
diet di Long Beach, California.
Lalu pada malam harinya mereka meminum teh herbal yang juga berfungsi
sebagai obat pencahar, dan seperempat gelas air garam di pagi hari.
Keduanya dapat membersihkan sistem pencernaan dan isi perut Anda.
Tidak perlu dikatakan bahwa tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa
sistem pencernaan dan organ-organ kita memerlukan pertolongan dalam
menghilangkan sampah dan mengumpulkan racun yang di dalam tubuh.
Jenis diet ini hanya mengandung 650-1.300 kalori dan kekurangan banyak
nutrisi kunci seperti protein, kalsium, zat besi dan zinc. Maka tidak
ada seorang ahli diet pun yang menyarankan untuk menjalani jenis diet
ini selama lebih dari 1-2 hari.
Campbell juga menambahkan peringatan: orang yang menjalani jenis diet
ini akan berakhir dengan kehilangan massa lemak tubuh. Saat sudah
'bersih' dan kembali ke pola makan mereka sebelumnya, mereka akan
kembali gemuk. Bahkan mungkin akan menjadi lebih gemuk dari pada
sebelumnya.
4. Diet Sup Kubis (dan sayuran lain yang sejenis)
Berlawan dengan rumor yang beredar, jenis diet ini tidak
direkomendasikan oleh Asosiasi American Heart (AHA); Rumah Sakit Sacred
Heart Memorial di Spokane, Washington; atau oleh organisasi kesehatan
manapun. Faktanya, AHA dan organisasi lainnya menganjurkan untuk
mengendalikan tren diet ini.
Meskipun ada beberapa versi, semuanya merupakan siklus tujuh hari
didasarkan pada mengonsumsi semua jenis sup kubis 'pembakar lemak'
(campuran dari kubis, wortel, seledri, tomat, merica, dan bawang).
Karena terdiri dari banyak sayuran yang mengandung cairan dan nutrisi,
maka jenis diet ini tidaklah seburuk diet lainnya.
5. Diet Akupuntur Telinga (Ear Stapling)
Tren relatif baru ini berdasarkan pada teori para ahli akupuntur bahwa
suatu area dari telinga dapat mengatur nafsu makan Anda. Prosedurnya
serupa dengan menindik telinga, tapi tekanan konstan pada 'perut'
telinga Anda akan membatasi nafsu makan Anda.
Tidak ada penelitian yang menyatakan adanya hubungan antara ear stapling
dengan turunnya berat badan. Tetapi ada banyak bukti bahwa hal itu
dapat menyebabkan infeksi serius dan perubahan bentuk.
Jika yang Anda perlukan adalah mengontrol nafsu makan Anda, maka lebih
baik Anda mencoba mengonsumsi sesuatu yang dapat bekerja dengan lebih
baik, seperti mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran
dibandingkan jenis makanan lainnya.