Saat ini gaya pacaran masyarakat sudah
di luar jalur yang semestinya, Bagi masyarakat muslim khususnya, pacaran
tidak dibenarkan karena lebih banyak mudarat nya daripada manfaatnya.
Jika alasan untuk mengenal lebih dekat dijadikan sebagai tameng untuk
melegalisasikan pacaran, saya rasa alasan tersebut
sangat tidak tepat.
Membangun suatu hubungan bukan berarti mencari kecocokan di antara
pasangan tetapi lebih ke arah bagaimana kedua belah pihak bisa saling
melengkapi kekurangan masing-masing agar dapat menjalani hidup lebih
baik.
Mengapa pacaran dikatakan lebih banyak mudaratnya? Pacaran
adalah sebuah hubungan “ingin nikmat tapi tak bertanggung jawab”.
Hubungan itu memang mengikat kedua belah pihak, tapi sangat jauh tidak
erat daripada ikatan perkawinan. Buktinya banyak, simple saja, jika
seseorang sudah mulai bosan dengan pasangannya, dengan mudah ia
mengatakan ‘kita putus saja’ setelah itu permasalahan selesai. Padahal
jika dipikir lebih jauh lagi, pastinya saat pacaran banyak kemudaratan
yang dilakukan, mungkin “paling” ciuman meskipun sesungguhnya pegangan
tangan antarlawan jenis saja tidak boleh dalam aturan Islam. Pada
kenyataannya, di masyarakat, gaya pacaran sudah berubah drastis ke arah
yang sangat mengiris dada. Ciuman sudah dianggap hal yang tidak tabu
lagi, hal yang ringan dalam pacaran, dan dianggap wajar oleh sebagian
besar kaum remaja yang sedang berpacaran. Padahal, hal itu tentu saja
bertentangan dengan ajaran Islam dan adat budaya Timur kita.
Malahan pada zaman ini, sudah banyak terjadi gaya pacaran yang
mengarah pada hubungan seks dan yang paling digemaari adalah gaya seks
oral. Mengapa demikian? Jelas saja karena gaya seks oral ibaratnya sama
seperti melepas tanggung jawab, seperti yang dikatakan sebelumnya:
“ingin nikmat tapi tak bertanggung jawab”. Selain itu, oral seks tidak
menyebabkan kehamilan karena tidak ada penetrasi penis ke dalam vagina.
Oral seks merupakan gaya hubungan seks tanpa persetubuhan
(intercourse) secara langsung atau tanpa penetrasi penis ke dalam
vagina. Oral seks berhubungan dengan ciuman. Namun, tentu saja gaya oral
seks masih tetap dapat mendatangkan penyakit kelamin seperti gonorhoe,
sifilis, herpes, kanker mulut, kanker tenggorokan, dan HIV AIDS. Tentu
saja kemungkinan hal tersebut dapat terjadi karena jika mulut dalam
keadaan tidak sehat, seperti sedang luka atau sariawan, virus
dari alat kelamin dapat menginfeksi luka tersebut dan akhirnya virus
masuk ke jaringan pembuluh darah yang disebarkan ke seluruh tubuh.
Inilah yang menjadi penyebab penularan penyakit kelamin.
Beberapa ahli menyebutkan ada beberapa cara untuk
menghindarinya, seperti dengan menjaga kesehatan mulut sebelum
berhubungan atau menggunakan semacam selaput yang diletakkan di mulut
sebelum melakukan oral seks. Namun, tetap saja hal tersebut tidak bisa
diandalkan sepenuhnya. Mengapa? Seperti yang kita ketahui bahwa ukuran
virus sangat kecil sekali dan tentu saja kemungkinan dapat melewati
selaput yang telah dijelaskan sebelumnya.
Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyikapi hal ini. Manusia
adalah manusia berbudaya, yaitu memiliki akal dan pikiran untuk memilih
mana yang salah dan mana yang benar. Manusia selalu memiliki pilihan
dan semua itu tergantung bagaimana kita bisa berpikir untuk memilih
yang tepat dan benar.