
Bisa
dibilang, sang dokter melakukan pembedahan 'swalayan'. Seorang dokter
yang ditempatkan di ekspedisi Antartika pada tahun 1961 melakukan
operasi usus buntu sendiri. Pilihan itu ia ambil karena sulitnya
situasi. Cuaca yang memburuk menyulitkan untuk mengontak bantuan,
sedangkan ia hanya satu-satunya dokter di sana. Demam dan rasa sakit di
perut kanan bawah membuatnya terpaksa melakukan operasi usus buntu pada
dirinya
